Saya mendedikasikan hidup saya untuk mencari nafkah, bangun sebelum matahari terbit, dan bekerja sampai tubuh terasa remuk. Setiap lembar uang yang saya serahkan adalah hasil dari jam-jam pengorbanan, menelan kepenatan dan menunda semua kebutuhan pribadi saya. Yang penting bagi saya adalah melihat keluarga terurus—tagihan terbayar, makanan terhidang, dan anak-anak tersenyum. Namun, dalam proses ini, saya seolah menghilang; saya pulang bukan sebagai suami yang dirindukan, melainkan hanya sebagai mesin penghasil uang. Kebutuhan fisik dan emosional saya selalu dikesampingkan, menjadi daftar terakhir yang tak pernah tercentang.
Hal yang paling menyiksa bukanlah beban pekerjaan, melainkan sambutan dingin dan sikap acuh tak acuh yang selalu saya terima di rumah. Saya membawa rezeki, tetapi tidak pernah membawa ketenangan, karena saya harus selalu mengemis untuk mendapatkan sisa-sisa kasih sayang yang seharusnya menjadi hak saya tanpa diminta. Rasanya seperti saya harus terus membuktikan diri hanya untuk mendapatkan pengakuan sebagai seorang suami, bukan sekadar penyedia. Saya hanya ingin dihargai, dilihat, dan dicintai sebagai seorang manusia yang juga butuh istirahat, bukan hanya dinilai dari seberapa banyak keringat yang saya hasilkan.
Di relung hati yang paling dalam, ada kerinduan yang tak terucapkan, sebuah jeritan hening yang hanya bisa didengar oleh angin. Ayah, andai saja jarak ini tidak terbentang begitu jauh, mungkin aku sudah berlari memelukmu, merasakan hangatnya dekapmu yang selalu menjadi pelipur lara. Setiap malam, saat bintang-bintang berkelip di langit, aku membayangkan dirimu di sana, di tempat yang nun jauh. Aku merindukan tawa renyahmu, nasihat-nasihat bijakmu, bahkan sekadar keberadaanmu di sisi. Rasanya begitu berat menahan keinginan ini, menahan air mata yang ingin jatuh setiap kali teringat akanmu.
Aku tahu engkau juga pasti merasakan hal yang sama, Ayah. Setiap telepon atau video call hanya bisa sedikit mengobati dahaga rindu ini, namun tak pernah cukup. Ada bagian dari diriku yang selalu merasa hampa tanpamu, seperti puzzle yang kehilangan satu keping pentingnya. Aku hanya bisa berharap, suatu hari nanti, jarak ini tidak akan lagi menjadi penghalang. Aku ingin merasakan kembali sentuhan tanganmu, berbagi cerita tentang hariku, dan menatap langsung mata penuh kasihmu. Sampai saat itu tiba, doaku akan selalu menyertaimu, Ayah, dan kerinduan ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan hati kita.
Bahan untuk 1 porsi
Anggur 4 buah
Apel 1/2 buah
Melon 1/8 buah
Mangga 1/2 buah
Kiwi 1/4 buah
Buah naga 1/4 buah(boleh pakai boleh tidak)
Mayonaise 3 sdm (modifikasi)
Cara Membuat:
1. Potong dadu semua bahan lalu sisihkan
2. Buat garnis dari buah tersebut lalu sisihkan
3. Campur semua bahan yang dipotong dadu dengan mayo
4. Aduk rata
5. Tata di alat hidang dan garnos dengan potongan buah
6. Salad dapat di tambahkan dengan keju atau toping yang lain sesuai selera.
Resep dasar mayonaise
Bahan:
1 butir kuning telur
200 ml salad oil
9gr mustard
1sdt air jeruk
9gr garam
9gr merica
Cara mambuat:
1.kocok kuning telur dengan minyak sedikit demi sedikit hingga adonan mayo mengental.
2.setelah mengental tambahkan mustard dan air jeruk
3. Tambahkan lada dan garam.
4. Mayo siap dipakai.
Catatan:
Dalam pembuatan mayo untuk fruit salad bisa menambahkan kental manis untuk menambah rasa manis pada mayo
Sedangkan untuk salad yang gurih bisa ditambahkan kaldu powder
Stock adalah cairan yang dihasilkan dari rebusan daging atau tulang, sayuran dan bumbu-bumbu dengan panas sedang sehingga zat ekstrak yang terdapat di dalamnya larut dalam cairan tersebut.
2. Fungsi stock/kaldu
· Merangsang alat pencernaan sehingga menimbulkan nafsu makan.
· Sebagai penyedap yang dapat ditambahkan dalam makanan tertentu.
· Sebagai dasar pembuatan sup dan saus
3. Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan stock/kaldu
Ada 3 (tiga) komponen bahan yang saling melengkapi dalam pembuatan stock yaitu:
1. Tulang dan daging
2. Bahan penyedap (Aromatic vegetable)
3. Air
4. Macam-macam stock/kaldu
Stock (kaldu) dapat digolongkan menurut teknik pengolahan dan warnanya yaitu :
1. White Stock (Kaldu putih)
Stock ini dihasilkan lanpa proses penggosongan tulang dan sayuran sebelum direbus. White stock ini tampak bening dan jernih sehingga disebut kaldu putih.
2. Brown stock (Kaldu coklat)
Stock yang dibuat dari rebusan tulang dan sayuran yang sudah digosongkan sebelum direbus. Warna coklat diperoleh dari bahan yang sudah digosongkan tadi.
5. Peralatan yang digunakan dalam pengolahan stock/kaldu
Alat-alat yang digunakan untuk membuat stock
1. Stock pot ; sering diberi keran di dasarnya untuk menuangkan stock dari dasar panci- Gunanya agar stock yang disaring tetap bebas dan temak atau noda yang mungkin mengambang di permukaan.
2. Roasting pan, pan yang digunakan untuk mencoklatkan tulang dalam pembuatan brown stock.
3. Chopping board atau chopping block, digunakan untuk tempat memotong tulang, baik tulang yang besar maupun yang kecil.
4. Bone knife, pisau tulang
5. Vegetable knife, pisau yang diguakan untuk memotong dan mengiris sayuran.
6. Conical strainer, saringan yang berbentuk kerucut dan digunakan untuk menyaring stock sehingga bebas dari noda. Pada saat menyaring stock semua bahan padat dankotoran akan menghadap ke dasar.
7. Tammy cloth atau muslim cloth, kain yang digunakan untuk menyaring stock .
8. Perforated spoon, digunakan untuk mengangkat temak atau busa yang mengapung di permukaan stock.
6. Teknik pengolahan stock/kaldu secara teori
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada teknik pembuatan stock/kaldu, antara lain:
– Prosedur pembuatan stock
Prosedur pembuatan white stock
1. Potong tulang sepanjang 3-4 atau 8-10 cm.
2. Cucilah tulang-tulang tersebut dengan cara di blanched.
3. Taruh tulang-tulang pada stock pot dan masukan air dingin sampai menutupi permukaannya.
4. Panaskan atau rebus secara simmer.
5. Masukan sayuran mirepoix serta bumbu-bumbunya, bumbu-bumbu dibungkus atau spice sachet.
6. Jaga jangan sampai mendidih cukup simmer temperature 85° C.
7. Buanglah kotoran yang ada pada permukaan kaldu.
8. Waktu yang dibutuhkan untuk simmer dari beberapa macamkaldu tidak sama:
· Beef atau veal stock : 6 – 8 jam
· Chicken stock : 2 – 4 jam
· Fish stock : 30 – 40 menit
9. Saringlah kaldu, dengan saringan yang baik seperti yang dilapisi kain atau cheese cloth.
10. Jagalah air agar jumlahnya tetap di atas tulang, dengan cara menambahkan air jika stock tereduksi.
11. Rebus simmer sesuai dengan waktu yang diinginkan, untuk tulang sapi (beefdan veal selama 6-8 jam, untuk tulang ayam 3- 4 jam, dan untuk tulang ikan 30-45 menit).
12. Bersihkan kotoran dengan menggunakanpenyaringan dengan chine cap yang dilapisi dengan cheese cloth.
13. Dinginkan stock secepat mungkin, Setelah dingin masukkan dalamrefregerator, dan tutuplah pot tersebut.
Prosedur pembuatan brown stock
1. Potong – potong tulang 3-4 atau 8-10 cm.
2. Tidak perlu cuci.
3. Taruh tulang –tulang pada roasting baking dan bakar dengan oven yang panasnya ± 375° F atau 190 °C atau lebih, kurang lebih selama satu jam.
4. Kalau tulang – tulang tersebut sudah coklat angkat dan taruh di stock pot atau steam jacketed kettle. Masukan air dingin sampai menutupi tulang – tulang tersebut.
5. Buanglah minyak yang tertinggal di roasting baking tray .
6. Masukkan mirepoix pada baking tray dan di oven sampai coklat, atau masukan mirepoix pada saat tulang –tulang tersebut agak coklat.
7. Buanglah kotoran yang ada pada permukaan brown stock.
8. Masukan morepoix yang telah coklat dan tomato paste atau punce tomat.
9. Selanjutnya sama seperti proses white stock.
– Teknik pengolahan yang digunakan:
· Blanch, yaitu proses memasak bahan makanan dalam air mendidih atau air panas dengan waktu yang relative singkat, yang kemudian setelah proses pemasakan tersebut bahan makanan langsung dimasukkan ke dalam air dingin, tujuannya adalah untuk memberhentikan proses pematangan yang terjadi pada bahan makanan. Proses ini dilakukan hanya untuk sekedar melayukan (pada sayuran), atau membuang bagian/rasa yang tidak diinginkan.
· Simmer, yaitu memasak bahan makanan dalam cairan, dan cairan tidak boleh sampai mendidih.
· Roast, yaitu memasak dengan cara mengedarkan udara panas yang kering disekeliling makanan menggunakan oven atau tungku pembakaran.
7. Kriteria hasil masing-masing stock/kaldu
Stock yang baik harus memenuhi standar yaitu :
· Kaldu Putin (White Stock); jernih, bening, bersih tidak berlemak.
· Kaldu Coklat (Brown Stock); agak kecoklatan seperti air teh, bersih, jernih tidak berminyak/berlemak. Stock yang keruh merupakan salah satu tanda bahwa prosedur yang benar tidak diikuti pada waktu membuat stock.
· Hasil stock yang keruh merupakan salah satu tanda bahwa saat pembuatan stock tidak mengikuti prosedur yang benar.
8. Teknik penyimpanan stock/kaldu
1. Stock dapat disimpan hingga 1 minggu dalam kulkas atau kamar pendingin pada temperatur 1°C-4°C
2. Stock dapat disimpan hingga 3 bulan dalam freezer.
3. Stock harus benar-benar dingin sebelum disimpan dalam lemari pendingin, kamar pendingin atau freezer.
4. Untuk mempercepat proses pendinginan stock boleh ditempatkan dalam air es.
5. Gunakan stockpot dan Berikan label dan tanggal pada semua stock yang disimpan.
1.
Preheat the oven to 350ºF and line 2 muffin tins with large cupcake liners.
2.
Beat the butter and sugar until well combined. Add the eggs one at a time,
beating well after each addition.
3.
In a separate bowl, sift the flour, baking powder and salt. Stir the milk and
vanilla together. Add the flour and the milk alternately to the butter mixture,
starting and ending with the flour and beating well after each addition. Spoon
the batter (using an ice cream scoop is best) into the cupcake cups so they are
two thirds full and bake for about 18 minutes, until a tester inserted in the
centre comes out clean. Cool the cupcakes in the tins.
Fluffy Frosting
1.
For the frosting, use a stand mixer fitted with the paddle attachment or
electric beaters, beat the butter until it is fluffy. Add 2 cups of the icing
sugar and first beat on low speed to incorporate, then increase the speed to
high, until fluffy. Add the milk and vanilla and beat in. Add the remaining 2
cups of icing sugar and beat in, adding further up to 6 cups until a fluffy and
spreadable consistency is achieved (the softness of your butter when you begin
is the reason you may have to make this adjustment). Add a little colouring
paste if you wish, or separate the white frosting into a few bowls and stir a
different colour into each bowl.
2.
Pipe or spread the frosting on each cupcake and sprinkle with decorating sugar
if you wish. Allow the cupcakes to set for an hour before serving.
3.
The cupcakes should be stored at room temperature and will keep in an airtight
container for up to 2 days.
Pengertian dan definisi Karkas. Karkas adalah bagian-bagian dari ternak yang telah di sembelih setelah kepala dan kaki di pisahkan lalu di kuliti dan isi perut dan isi dada di keluarkan sehingga yang tinggal adalah daging yang masih melekat pada tulang, tanpa kepala, kaki, kulit dan jeroan. Setiap karkas memiliki nama atau sebutan tersendiri. Nama dan sebutan itu tergantung pada daerah dan negara. Terkadang bagian yang sama memiliki nama berbeda. Tapi ada juga nama yang sama untuk bagian berbeda.
Contohnya: Sirloin atau daging has dalam. Karkas Ingris menyebut daging has luar dengan istilah sirloin. Tapi Karkas Amerika menyebutnya Short loin. Sementara Sirloin karkas Amerika adalah daging di sebelah atas tenderloin. (Cek Gambar 1)
Nama Bagian-Bagian Karkas
Pembagian potongan karkas Ingris lebih banyak dari pada potongan Karkas Amerika ataupun potongan karkas Belanda. Potongan Karkas Amerika lebih lagi daripada potongan karkas belanda. Dan nama dan bagian potongan karkas belanda lebih mememuhi syarat untuk di jadikan contaoh. Karena itu Admin mengambil potongan karkas Belanda untuk membuat daftar nama-nama bagian karkas.
Blade = PunukNeck = Daging leher adalah daging yang terdapat di leher, bagian tubuh yang menjadi penyambung antara kepala dan badan.Brisket = Sandung lamur adalah potongan daging dada bagian bawah. Karena ternak tidak memiliki tulang leher, maka otot-otot dalam Brisket yang mendukung berat tubuh saat ternak berdiri. Daging Brisket banyak mengandung jaringan ikat Chuck = Paha Depan Rib = IgaFlank = Samcan (danging perut bawah)Sirloin = Has Luar adalah potongan bagian belakang punggung sapi diatas tenderloin. Sirloin adalah salah satu bagian daging kategori prima / kualitas 1, meski harganya tidak semahal Tenderloin (has dalam)Tenderloin = Has Dalam adalah potongan daging di dalam Sirloin, dagingnya empuk dan tidak banyak lemaknya. Termasuk dalam daging kualitas prima / 1, dan harganya lebih mahal dari has luar (sirloin)Top Sirloin Round = Kaki belakangShankle = Sangkel atau daging betis berurat dan tidak banyak lemak.Cube Roll = Lamusir Depan
Berdasarkan tekstur dan kualitasnya, daging sapi / kerbau di golongkan kedalam 3 kelas. Penggolongan ini di tetapkan oleh Departemen perdagangan dalam SP (StandarPerdagangan) 144-1982, yaitu:
Golongan (kelas) I, meliputi daging bagian
1. Has dalam (Fillet)
2. Tanjung (Rump)
3. Has luar (Sirloin)
4. Lemusir (Cube Roll)
- Kelapa (Inside)
- Penutup (Top Side)
- Pendasar + Gandik (Silver Side)
Golongan (kelas) II, meliputi daging bagian
1. Paha Depan
- Sengkel (Shank)
- Daging Paha Depan (Chuck)
2. Daging Iga (Rib meat)
3. Daging Punuk (Blade)
Golongan (kelas) III, meliputi daging lainnya yang tidak termasuk golongan I dan II, yaitu
1. Samcan (Flank)
2. Sandung Lamur ( Brisket )
3. Daging Bagian Lainnya
Setiap kelas memiliki kisaran harga tersendiri. Yang paling mahal adalah daging kelas 1, di ikuti kelas 2 baru kemudian kelas 3.
Adalah proses pembuatan roti dengan dua kali pengadukkan dengan waktu fermentasi sekitar 4-6 jam, pengertian dua kali pengadukkan maksudnya adalah:
a. Pengadukan dengan teknik Sponge/biang/babon
b. Pengadukkan dengan teknik Dough
Berikut ini bahan dalam membuat Sponge antara lain:
Tepung Cakra Kembar (Tepung Protein Tinggi) 60% x Total TepungAir 60% x Total SpongeYeast (Ragi Instant) 1% x Total Tepung
Berikut ini bahan dalam membuat Dough antara lain:
Tepung 40% x Total TepungAir 60% x Total TepungGaram 2%Gula 5%Susu 2%Lemak 4%
Keuntungan pembuatan roti dengan teknik Sponge and Dough:
Mempunyai toleransi yang lebih baik terhadap waktu fermentasiMenghasilkan volume roti yang lebih baikUmur Simpan yang lebih lama Shelf Life lebih baik/ lebih lamaAroma fermentasi lebih bertambah
Kerugian Pembuatan roti dengan teknik Sponge and Dough:
Memiliki sedikit toleransi terhadap waktu saat adonan diadukMembutuhkan lebih banyak peralatanMembutuhkan lebih banyak karyawan Lebih banyak kehilangan berat karena waktu fermentasi yang lama
2. Teknik Straigh Dough
Adalah teknik pembuatan roti dengan waktu fermentasi 2-4 jam.
Keuntungan:
Mempunyai toleransi yang lebih baik terhadap waktu pengadukanMembutuhkan lebih sedikit karyawanMembutuhkan lebih sedkit peralatanWaktu produksi yang lebih singkatLebih sedikit kehilangan berat saat fermentasi
Kerugian:
Berkurangnya toleransi terhadap waktu fermentasiKesalahan pengadukkan tidak dapat dikoreksi
3. No Time Dough
Adalah teknik pembuatan roti dengan waktu fermentasi 1 jam
Keuntungan:
Penghematan waktu karena pengurangan waktu fermentasiTidak perlu ruangan khusus untuk fermentasiTidak perlu tempat untuk Sponge dan AdonanLebih sedkit peralatan yang dibutuhkanLebih sedkit tenaga atau karyawan dalam perawatan alat
Kerugian:
Tidak mempunyai aroma fermentasiUmur simpan yang lebih pendek
4. Dough Break
Adalah teknik pembuatan roti yang adonannya sering sekali digiling, dengan cara manual biasanya digiling dengan rolling pin sebanyak 25 kali, sedangkan dengan mesin menggunkan shitter agar cepat kalis.
Keuntungan:
Serat roti lebih halusWarna roti lebih putih
Kerugian:
Tidak memiliki aroma fermentasi
5. Boiled Dough
Adalah teknik membuat adonan yang dikombinasikan antara teknik Sponge and Dough dengan teknik Boiled.
Bahan Pre Dough Boiled (Simpan dalam waktu 2 jam):
Air Panas (90' C) 300 gr
Tepung terigu Protein Tinggi 150 gr
Bahan Sponge (Simpan dalam waktu 90 menit):
Terigu Protein Tinggi 900 gr
Instant Yeast 13,5 gr
Gula Halus 30 gr
Air 540 gr
Adonan Utama:
Gula Halus 300 gr
Garam 16,5 gr
Butter 180 gr
Boiled Dough Seluruhnya
Bread Improver 4,5 gr
Telur 120 gr
Ice Flakes 83 gr
Terigu Protein Tinggi 600 gr
Susu Bubuk 60 gr
Madu 45 gr
Air Es -75 gr
Cara Membuat:
Pre Dough (Boiled):
Aduk semua bahan hingga rataIstirahatkan sekitar 120 menit dalam chiller atau kulkas.
Sponge:
Aduk semua bahan hingga rata sekitar 6 menitIstirahatkan sekitar 90 menitAdonan Utama:
Masukkan Pre Dough ke SpongeTambahkan gula halus, garam, susu bubuk, telur, air es, bread improver dan aduk rata.Masukkan terigu lalu aduk rata.Tambahkan butter, aduk hingga kalis.Tambahkan sedikit minyak salad dalam adonan supaya tidak lengket ditanganIstirahatkan selama 25 menit. Adonan siap digunaka
Makanan pembuka (appetizer) adalah Makanan atau minuman yang merangsang selera (biasanya dilayani sebelum makan atau sebagai yang pertama saja).
Hidangan pembuka atau dalam bahasa inggris disebut appetizer dan dalam bahasa Perancis dikenal dengan istilah Hor’s D’oeuver. Appetizer atau hidangan pembuka di sajikan dengan porsi kecil/satu atau dua gigitan (bit size). Sebagai hidangan pembuka appetizer berfungsi merangsang nafsu makan dan disajikan sebagai hidangan pertama sebelum menikmati hidangan yang lainnya. Komposisinya sebanyak 50 – 75 gram
1 (1/2 pound) well-marbled beef steak of any type, sliced as thinly as possible
3 tablespoons chopped pickled hot peppers
1 teaspoon Hot pepper sauce
2 slices sharp Cheddar cheese
salt and pepper to taste
1/3 French baguette, cut in half lengthwise
Directions
Melt 1 tablespoon of butter in a large skillet over medium heat. Add the onion; cook and stir until tender. Push onion to the side of the pan, and add the mushrooms. Cook and stir until softened, then add the bell pepper and cook just until tender, about 3 minutes. Remove from the pan with a slotted spoon, and set aside.
Add the remaining butter to the skillet. No need to clean the pan, just let it heat up a little bit. Place the steak in the skillet along with the pickled peppers. Season with salt and pepper. The steak cooks really fast, just a couple of minutes. Once the steak is mostly browned, return the onion and pepper to the pan. Cook until heated through.
Turn off the heat, and place the slices of cheese over the top of the pile so they can melt. Scoop the whole pile into the awaiting bread, making sure to pour some of the juices onto that wonderful sandwich.
6 large burger buns, preferably homemade, toasted if desired
To garnish
ketchup
mayonnaise
thousand island dressing
sliced red onion
sliced tomatoes
sliced pickles
fresh lettuce leaves
Directions
In a large bowl, mix ground beef, onion powder, salt and pepper until just combined. Do not overmix, or your patties will be tough.
Divide into six portions and form patties, without pressing too hard. They should be uniform in thickness. Smooth out any cracks using your fingers. Make these right before you grill them, so they stay at room temperature.
Preheat your grill, grill pan or cast-iron skillet to high heat and add burger patties. If using a grill, cover with the lid.
Cook until the crust that forms on the bottom of the burger releases it from the pan or grate — about 2 minutes. Gently test, but don't flip it until it gets to this point. When burgers lift up easily, flip, add two slices of cheese to each, close lid if using a grill, and cook on the other side for another 2-3 minutes for medium to medium rare.
Remove burgers with a sturdy metal spatula and transfer to a plate. Allow to rest for several minutes, then transfer to buns.