Selasa, 01 Agustus 2017
KELENGKAPAN CHEF
Untuk mendukung tugas seorang chef, kelengkapan atribut yang dikenakan sudah menjadi standar yang
harus diterapkan baik lingkup dapur restoran maupun hotel. Hendro Soejadi,
Corporate Executive Chef Horison Hotels Group menjelaskan jika seorang chef setidaknya menggunakan
seragam standar seperti, hat
cook, necktie, double breasted jacket, apron, side towel, trousers dan safety shoes.
Setiap profesi
tentu memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya. Begitu pula
dengan pakaian yang digunakan akan berbeda-beda karena disesuaikan dengan
bidang pekerjaan. Seperti salah satunya profesi seorang chef yang bekerja di dapur, tentu
saja akan berbeda dengan pakaian dan atribut yang digunakan oleh akuntan yang
mengenakan pakaian khas kantor.
Seorang juru masak ataupun chef sangat mengutamakan kebersihan dan keselamatan dalam bekerja.
Profesi ini dituntut untuk mengolah hidangan secara higienis dalam kondisi
sanitasi peralatan maupun ruang yang baik. Disamping itu, faktor keselamatan
bekerja juga penting dipahami dan dilakoni oleh seorang chef karena bidang ini lekat
dengan perangkat-perangkat yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup
tinggi.
Hat cook menjadi salah
satu ciri khas seorang chef. Pada awalnya hat
cook berwarna putih dengan bentuk seperti tabung maupun jamur dan
memiliki pori-pori di bagian atas untuk sirkulasi udara. Bentuk hat cook yang tinggi
menunjukkan posisi seorang chef dan pada umumnya yang mengenakan adalah executive chef. Seiring
perkembangan zaman, desain, bentuk dan warna hat
cook pun bervariasi, namun tetap memiliki fungsi utama, yakni
mencegah rambut rontok dan jatuh ke dalam makanan serta menyerap keringat di
dahi. Bahan yang digunakan pada hat
cook bisa berupa kertas maupun kain katun. Hat cook yang dibuat dari
kertas biasanya hanya sekali pakai. Atribut lain yang dikenakan chef adalah necktie (dasi/syal) yang melingkar di
leher dan dipakai untuk menyerap keringat di sekitar leher agar tidak menetes
ke makanan. Tetapi saat ini penggunaan necktie disesuaikan dengan desain double
breasted jacket (baju koki). “Sekarang necktie tidak banyak dipakai karena
umumnya desain kerah pakaian chef sudah menutupi leher dan langsung menyerap keringat,” jelas
Hendro sapaan akrabnya.
Kondisi dapur yang panas tentu memerlukan pakaian yang nyaman
digunakan dan mudah menyerap keringat. “Double
breasted jacket menjadi pakaian wajib seorang
juru masak, pakaian ini didesain berlapis pada bagian dada, berlengan panjang
dan dibuat dari kain katun yang agak tebal untuk melindungi dada dari panas
api, makanan atau cairan yang menyiram tubuh,” papar Hendro (40). Sama seperti
desain hat cook, pada double
breasted jacket juga mengalami perkembangan
mulai dari desain, motif hingga warna. “Double
breasted jacket dianjurkan berwarna putih
supaya bisa dilihat seberapa jauh seorang chefmenjaga kebersihan seragam dan atributnya selama bekerja,” ucap
Hendro. Begitu pula dengan trousers atau celana panjang yang digunakan chef. Trousers harus dibuat dari
kain yang mudah menyerap keringat dan memilih warna gelap agar tidak terlihat
kotor
Apron atau sering disebut celemek,
wajib dikenakan oleh chef dengan tujuan untuk melindungi jacket dan trousers dari kotoran. Sama seperti double
breasted jacket yang beraneka warna, apron pun tidak hanya berwarna
putih namun umumnya mengikuti dengan warna pakaian yang dikenakan. “Panjang apron diusahakan sampai lutut dan
lebar, supaya celana terlindung dari kotoran,” ucap Hendro. Agar tangan seorang chefterjaga kebersihannya, sehelai side
towel harus selalu ada dan disisipkan di pinggang. Side towel umumnya dibuat
dari kain yang tebal dan mudah menyerap air.
Pekerjaan seorang chef banyak berhadapan langsung
dengan kecelakaan kerja, semisal terpeleset karena lantai basah dan licin,
terlindas roda troli maupun kejatuhan barang berat. Satu atribut lagi yang
tidak boleh dilupakan adalah safety
shoes. Sesuai dengan namanya, safety
shoes digunakan untuk melindungi kaki dari kemungkinan kecelakaan
kerja di dapur. Sepatu ini memiliki dasar dari bahan karet tebal agar tidak
mudah slip dan di bagian atas dilindungi besi baja yang dilapisi dengan kulit,
agar kaki aman dari kejatuhan benda berat.
Seluruh atribut harus dijaga kebersihannya setiap hari. Umumnya
di hotel, atribut seperti necktie,
double breasted jacket, trousers, maupun apron di-laundry setiap hari dan karyawan
selalu menggunakan pakaian yang bersih setiap hari. Dengan menggunakan pakaian
yang diseragamkan tentu akan memberikan efek positif baik bagi pemakai maupun orang
lain.
ALAT MASAK
A. Alat Untuk Memasak Bagian Bawah
1. Tungku
Tungku adalah alat yang dipergunakan untuk memasak dengan bahan bakar kayu bakar. Anglo adalah alat pemasak yang termasuk tradisional dan masih banyak dipakai di daerah pedalaman dan daerah miskin. Tungku pada umumnya terbuat dari bahan tanah liat atau batu bata.
2. Anglo
Anglo adalah alam memasak yang dijalankan dengan bahan bakar arang terbuat dari besi atau tanah liat.
3. Kompor Minyak Tanah
Kompor untuk memasak makanan dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah. Kompor minyak tanah tergabung dari banyak komponen seperti tali sumbu, tempat minyak, cerobong api, tempat panci dan lain-lain.
4. Kompor Gas
Kompor gas digunakan dengan bahan bakar gas alam atau liquid petroleum gas alias lpg. BBG banyak disukai karena emisi buangan yang bersih dan hasil pembakaran yang baik.
5. Kompor Listrik
Kompor ini menggunakan energi listrik yang kemudian diubah menjadi energi panas dalam bentuk api.
6. Kompor Briket Batubara
Kompor briket menggunakan potongan-potongan batubara sebagai bahan bakarnya. Sekali dinyalakan kompor briket tidak dapat dimatikan, sehingga perlu diperhitungkan jumlah briket yang dipakai sebelum memasak agar tidak terjadi pemborosan yang tidak perlu.
7. Oven atau Microwave
Oven dan Microwave sama-sama memanaskan suatu ruangan yang sebelumnya telah diisi makanan yang hendak dimasak. Oven bisa berbahan bakar gas, minyak tanah, briket dan lain sebagainya. Microwave biasanya menggunakan energi listrik yang diubah menjadi gelombang microwave yang sangat panas.
B. Alat Untuk Mamasak Bagian Atas
1. Dandang
Dandang adalah alat untuk memasak nasi yang terbuat dari tembaga yang bentuknya seperti topi tukang sulap terbalik.
2. Langseng
Langseng adalah alat untuk memasak yang memiliki dua bagian terpisah yang kemudian digabung saat memasak, di mana yang bawah berisi air, yang atas berisi makanan yang mau dimasak.
3. Cerek atau Ceret
Cerek adalah alat untuk memasak air yang ketika mendidih akan mengeluarkan uap pada ujung moncongnya dan mengeluarkan bunyi bersiul.
4. Wajan atau Penggorengan
Wajan bisa dibuat dari besi alumunium maupun stainless steel yang berfungsi untuk menggoreng atau menumis masakan.
5. Panci
Panci adalah alat masak-memasak untuk merebus atau memasak makanan yang mengandung air yang bisa terbuat dari besi alumunium maupun stainless steel.
6.Presto Cooker
Presto cooker berfungsi untuk melunakkan dan mengempukkan makanan yang keras dengan tekanan tinggi. presto cooker biasanya berguna untuk melunakkan duri ikan, tulang ayam, dan lain sebagainya.
C. Alat Dapur untuk Memasak atau Alat Dapur Lainnya
1. Tampah
Tampah adalah alat yang terbuat dari anyaman bambu untuk menampih beras untuk dimasak menjadi nasi
2. Centong
Centong adalah alat untuk mengambil nasi yang terbuat dari kayu. Centong kinu juga ditemui dalam bahan plastik, besi alumunium, dan lain sebagainya
3. Talenan
Talenan adalah alat sebagai alas bahan makanan yang mau diiris.
4. Parutan / Parut
Parutan adalah berfungsi untuk memarut bahan makanan seperti kelapa, singkong, kentang, wortel, jahe, dan lain sebagainya.
5. Cobek / Ulekan / Ulek-Ulek
Cobek adalah alat untuk mengulek makanan menjadi halus. Biasanya digunakan untuk menghaluskan bumbu yang akan dimasak.
6. Irus
Irus adalah alat untuk mengaduk sayur atau masakan berair yang terbuat dari tempurung kelapa, besi alumunium, dan lain-lain
7. Blender
Blender berasal dari kata blend adalah alat untuk menghaluskan serta mencampur makanan basah. Blender biasanya dipakai untuk membuat jus / juice buah-buahan dan sayur-sayuran.
8. Mixer
Mixer adalah alat untuk mengaduk adonan makanan.
9. Toaster
Toaster adalah alat untuk memanggang roti yang menggunakan bahan bakar listrik.
10. Rice Cooker
Adalah alat untuk memasak nasi secara otomatis dengan energi listrik.
1. Tungku
Tungku adalah alat yang dipergunakan untuk memasak dengan bahan bakar kayu bakar. Anglo adalah alat pemasak yang termasuk tradisional dan masih banyak dipakai di daerah pedalaman dan daerah miskin. Tungku pada umumnya terbuat dari bahan tanah liat atau batu bata.
2. Anglo
Anglo adalah alam memasak yang dijalankan dengan bahan bakar arang terbuat dari besi atau tanah liat.
3. Kompor Minyak Tanah
Kompor untuk memasak makanan dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah. Kompor minyak tanah tergabung dari banyak komponen seperti tali sumbu, tempat minyak, cerobong api, tempat panci dan lain-lain.
4. Kompor Gas
Kompor gas digunakan dengan bahan bakar gas alam atau liquid petroleum gas alias lpg. BBG banyak disukai karena emisi buangan yang bersih dan hasil pembakaran yang baik.
5. Kompor Listrik
Kompor ini menggunakan energi listrik yang kemudian diubah menjadi energi panas dalam bentuk api.
6. Kompor Briket Batubara
Kompor briket menggunakan potongan-potongan batubara sebagai bahan bakarnya. Sekali dinyalakan kompor briket tidak dapat dimatikan, sehingga perlu diperhitungkan jumlah briket yang dipakai sebelum memasak agar tidak terjadi pemborosan yang tidak perlu.
7. Oven atau Microwave
Oven dan Microwave sama-sama memanaskan suatu ruangan yang sebelumnya telah diisi makanan yang hendak dimasak. Oven bisa berbahan bakar gas, minyak tanah, briket dan lain sebagainya. Microwave biasanya menggunakan energi listrik yang diubah menjadi gelombang microwave yang sangat panas.
B. Alat Untuk Mamasak Bagian Atas
1. Dandang
Dandang adalah alat untuk memasak nasi yang terbuat dari tembaga yang bentuknya seperti topi tukang sulap terbalik.
2. Langseng
Langseng adalah alat untuk memasak yang memiliki dua bagian terpisah yang kemudian digabung saat memasak, di mana yang bawah berisi air, yang atas berisi makanan yang mau dimasak.
3. Cerek atau Ceret
Cerek adalah alat untuk memasak air yang ketika mendidih akan mengeluarkan uap pada ujung moncongnya dan mengeluarkan bunyi bersiul.
4. Wajan atau Penggorengan
Wajan bisa dibuat dari besi alumunium maupun stainless steel yang berfungsi untuk menggoreng atau menumis masakan.
5. Panci
Panci adalah alat masak-memasak untuk merebus atau memasak makanan yang mengandung air yang bisa terbuat dari besi alumunium maupun stainless steel.
6.Presto Cooker
Presto cooker berfungsi untuk melunakkan dan mengempukkan makanan yang keras dengan tekanan tinggi. presto cooker biasanya berguna untuk melunakkan duri ikan, tulang ayam, dan lain sebagainya.
C. Alat Dapur untuk Memasak atau Alat Dapur Lainnya
1. Tampah
Tampah adalah alat yang terbuat dari anyaman bambu untuk menampih beras untuk dimasak menjadi nasi
2. Centong
Centong adalah alat untuk mengambil nasi yang terbuat dari kayu. Centong kinu juga ditemui dalam bahan plastik, besi alumunium, dan lain sebagainya
3. Talenan
Talenan adalah alat sebagai alas bahan makanan yang mau diiris.
4. Parutan / Parut
Parutan adalah berfungsi untuk memarut bahan makanan seperti kelapa, singkong, kentang, wortel, jahe, dan lain sebagainya.
5. Cobek / Ulekan / Ulek-Ulek
Cobek adalah alat untuk mengulek makanan menjadi halus. Biasanya digunakan untuk menghaluskan bumbu yang akan dimasak.
6. Irus
Irus adalah alat untuk mengaduk sayur atau masakan berair yang terbuat dari tempurung kelapa, besi alumunium, dan lain-lain
7. Blender
Blender berasal dari kata blend adalah alat untuk menghaluskan serta mencampur makanan basah. Blender biasanya dipakai untuk membuat jus / juice buah-buahan dan sayur-sayuran.
8. Mixer
Mixer adalah alat untuk mengaduk adonan makanan.
9. Toaster
Toaster adalah alat untuk memanggang roti yang menggunakan bahan bakar listrik.
10. Rice Cooker
Adalah alat untuk memasak nasi secara otomatis dengan energi listrik.
Minggu, 30 Juli 2017
induk saus
Mother’s
Sauce/ Leading Sauce/ saus dasar meliputi :
|
Nama
Sauce
|
Bahan
Cair
|
Bahan
Pengental
|
|
|
White sauce
|
Bechamel
|
Susu
|
White roux
|
|
-
|
Veloute
|
White stock
|
White roux
|
|
Brown sauce atau espagnole
|
Demiglace
|
Brown stock/ Estoufade
|
Brown roux
|
|
Sauce dasar tomat
|
tomato sauce
|
White stock
|
White or blond roux
|
|
Sauce dasar Butter
|
Holandaise
|
Butter
|
Yolk / kuning telur
|
|
Sauce dasar minyak selada
|
Mayonaise
|
Minyak selada
|
Yolk / kuning telur
|
|
-
|
Vinaigrette / French Dressing
|
Minyak selada
|
Turunan Sauce Dasar/ Small Sauce :
Saus Dasar
: Bechamel
-Turunan : Cream Sauce
Proses : Bechamel + Heavy Cream
-
Turunan : Morney Sauce
Proses : Bechamel + Gruyere Cheese + Permesan
-
Turunan : Cheddar Cheese Sauce
Proses : Bechamel + Cheddar Cheese
-
Turunan : Mustard Sauce
Proses : Bechamel + Mustard Sauce
-
Turunan : Soubice Sauce
Proses : Bechamel + Onion
-
Turunan : Nantua Sauce
Proses : Bechamel + Shrimp Butter + Heavy Cream
Pengertian Saus
PENGERTIAN SAUCE
Sauce adalah
cairan yang dikentalkan dengan salah satu bahan pengental sehingga menjadi
semi liquid (setengah cair), dan disajikan bersama
dengan ikan, unggas, daging maupun kue-kue dengan maksud untuk mempertinggi
cita rasa dari bahan makanan yang disajikan.
FUNGSI SAUCE PADA MAKANAN BERTUJUAN UNTUK :
1.
Menambah
rasa dan kelezatan suatu masakan.
2.
Memberikan
kelembaban pada makanan sehingga makanan yang agak kering bisa kelihatan agak
basah, seperti fried chicken diberi tartar sauce atau sandwich dioles
mayonaise.
Memperkaya aroma makanan, tetapi perlu diingat bahwa penambahan sauce tidak boleh menutupi aroma asli dari hidangan utamanya.
Memperkaya aroma makanan, tetapi perlu diingat bahwa penambahan sauce tidak boleh menutupi aroma asli dari hidangan utamanya.
3.
Meningkatkan
penampilan, pemberian sauce dapat menambah daya tarik dan merangsang nafsu
makan dan pemberian saus yang benar adalah berwarna dan kontras tidak kusam
agar makanan lebih menarik.
4.
Mempertinggi
nilai gizi, nilai gizi suatu makanan dapat ditingkatkan dengan memberikan
sauce, misalnya sayuran diberi mayonaise artinya diberi tambahan protein dan
lemak dalam hidangan tersebut.
5.
Nama sauce
dicantumkan dalam makanan supaya lebih menarik.
KRITERIA SAUCE YANG BAIK
1.
Licin
(smooth) semi liquid, sauce disebut berkualitas apabila memiliki kelembutan
tertentu tidak ada gumpalan/ jendalan dan dalam keadaan panas masih bias
mengalir dan meninggalkan lapisan tipis pada senduk.
2.
Mengkilap
(glossy), memiliki warna khusus dan berkilau tidak kusam.
3.
Kaya rasa
dan tidak berlemak, sauce mempunyai ciri khas rasa yang diperoleh dari bahan
utamanya yang berkualitas serta harus mampu meningkatkan atau melengkapi rasa
dari hidangan utamanya.
SAUCE DAPAT
DIKELOMPOKAN BERDASAR SUHU PENYAJIAN/ PENGHIDANGAN. YAITU :
1.
Sauce dingin
(cold sauce), sauce yang dihidangkan dingin atau setidaknya dalam temperature
normal ± 60ÂșC ada juga sauce beku disebut matre d’hotel sauce. Sauce ini juga
bisa dihidangkan dengan hidangan yang panas.
2.
Sauce panas
(warm sauce), sauce yang dihidangkan dalam keadaan panas untuk hidangan panas,
tetapi tidak cocok dihidangkan untuk hidangan yang dingin.
Rabu, 26 Juli 2017
Langganan:
Postingan (Atom)